Kamis, 17 Juli 2014

SELALU ADA ORANG YANG BERDOA, LALU MENOLAK TERKABULNYA DOA.

Selalu ada yang berdoa, berharap dengan sangat dan membuatnya menitikkan air mata karena kesungguhannya untuk diberikan hal baik yang mampu mengubah dan memperbaiki hidupnya, serta menghapus kenangan buruk dan dosa lama yang menjadi ketakutannya setiap hari..

Hingga didatangkanlah kesempatan ataupun dipertemukanlah seseorang untuknya. Tapi dia menolak, karena keterikatannya dengan puing kesakitan masa lalu, ataupun karena ’yang datang’ tidaklah menyenangkan katanya.

Jadi apa sebenarnya kehendaknya?? Meminta, tapi menolak hal yang dimintanya. Lalu, yang terburuk adalah dengan mudahnya dia mengatakan ’DIA tidak mengabulkan doa’ tanpa sedikitpun tersadar bahwa sejak awal harapannya telah terkabulkan.

Dan sungguh, tetap saja akan selalu ada orang seperti ini..

Padang, 17 Mei 2014


KADANG ORANG HARUS SALAH MEMILIH

Kadang orang harus salah memilih, lalu salah memilih, dan terus salah memilih. Hingga akhirnya dia sadar bahwa pilihannya hanyalah pemaksaan kehendak dalam dirinya yang telah menyebabkan dia mengabaikan hal-hal baik yang selama ini berkeliaran didekatnya, dan membuat 'Waktu' tidak lagi berpihak padanya..

Hingga saat 'Waktu' memaksanya untuk memilih, dia terpaksa memilih pilihan yang sama sekali tidak sesuai dengan keinginannya, dan bahkan lebih rendah dari semua yang dia abaikan sebelumnya karena ketergesaan. Harusnya dia sadari, bahwa Menyenangkan belum tentu Baik Akhirnya, sedangkan Baik pastinya Menyenangkan Akhirnya.

Perhatikan sekitar, Meski Tidak menyenangkan awalnya, namun Kebaikkan tak pernah sepi peminat, dan tak pernah berhenti diperebutkan. Jangan biarkan Penyesalan dan Penyalahan diri sendiri muncul setelah Kebaikan itu direbut oleh perebut lain yang baru saja datang.

Bukittinggi, 13 Mei 2014


JENIS JENIS JOMBLO

1. Jomblo Prinsip... Tipe ini adalah tipe orang yang berprinsip 'pacaran sekali seumur hidup'. Baginya PDKT itu adalah ta'aruf dan hanya akan diterima jika langsung bertemu dengan orang tua.

2. Jomblo Sibuk... Tipe orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan berbagai macam pekerjaan. Namun bukan berarti dia tidak menginginkan pacaran, hanya saja waktu luang yang sedikit tidak memungkinkan untuk mendekati lawan jenis.

3. Jomblo Sosialita... Tipe ini lebih memilih pertemanan daripada daripada pacaran. Karena baginya pacaran itu membatasi pergaulan dan interaksinya dengan lingkungan. Bahkan jika dia ingin pacaran, dia hanya akan memilih satu dari sahabatnya.

4. Jomblo Terselubung... Tipe ini adalah tipe yang tidak mau diketahui kejombloannya, oleh karena itu seringkali dia mengatakan pada orang lain bahwa dia punya pacar diluar kota, atau mengatakan orang yang sedang didedatnya akan menjadi pacarnya.

5. Jomblo Selektif... Tipe ini mempertahankan kejombloannya karena memiliki kategori tertentu dalam memilih pacar. Dan konsistensinya pada kategorinya ini sangat kuat sehingga setiap mengenal lawan jenis, dia langsung menilai dan mencocokkannya dengan kategori yang diinginkannya.

6. Jomblo Penantian... Tipe orang yang menjomblo karena menunggu pernyataan ajakan pacaran dari seseorang yang sedang dekat dengannya. Atau bisa juga menjomblo karena menanti waktu yang tepat untuk menyatakan perasaan.


7. Jomblo Patah Hati... Tipe yang sedang kecewa, seperti kecewa karena putus dengan pacar sebelumnya, atau kecewa karena gebetannya ternyata hanya memPHPkan dia. Yang jelas, dia menjomblo karena masih memendam kekecewaan dengan orang yang diinginkannya.

8. Jomblo Geografis... Tipe ini lebih dikenal dengan nama LDR. Meski statusnya pacaran, namun orang ini tidak bisa memungkiri kesendirian dan kesepiannya. Sehingga tetap saja dikatakan jomblo meski orang ini tidak mau mengakui.

9. Jomblo Separuh... Ini adalah tipe jomblo bahagia yang menjalin hubungan dekat dengan lawan jenis namun tidak memiliki status. Istilah lainnya adalah HTS atau TTM.

10. Jomblo Pesimis... Tipe ini adalah tipe yang merasa rendah diri dan merasa akan gagal sebelum mendekata orang yang ditaksir. Biasanya dia lebih memilih menjadi pengagum rahasia.

11. Jomblo Nasib... Tipe ini memang seolah-olah ditakdirkan untuk tetap jomblo karena ada saja yang menggagalkan dan menghalanginya untuk punya pacar. Uniknya, tipe ini seringkali menjadi tipe yang lebih duluan menikah karena terlatih menjadi suami/istri idaman karena kemampuannya mempelajari kegagalan usahanya.

12. Jomblo PHP... Tipe yang suka tebar pesona ke semua lawan jenis, namun tidak tertarik berpacaran. Dia hanya ingin menguji kemampuannya bergombal dan menarik perhatian. Bahkan yang terburuk, tipe ini tipe Pemanfaat Perasaan.


13. Jomblo Ekonomis... Tipe yang menjomblo karena kurangnya perhitungan ekonomisnya pada kasus pacaran sangat hebat. Sehingga merasa pacaran bukan investasi yang bagus, dan juga dapat menyebabkan kerugian  

ALASAN SAHABAT MENGURANGI KEPEDULIAN

Akan ada dua kemungkinan, alasan sahabat mulai mengurangi kepeduliannya setelah anda mengalami kejatuhan dan keterpurukkan yang hampir menghilangkan masa depan anda.

1. Dia melihat anda telah berada pada posisi yang mulai stabil..
Dalam hal ini, sang sahabat tidak akan terlalu banyak bertanya tentang kepedihan sebelumnya. Bukan karena ketidakpeduliannya, namun karena rasa percayanya. Disisi lain, sahabat pun memilih untuk tidak membahas disebabkan ketidakinginannya mengingatkan anda kembali pada luka yang hampir sembuh.

2. Dia mulai lelah dengan kekerasan hati anda..
Banyak sekali orang yang berada dalam kesedihan mendalam, namun terlalu terpaku pada kesedihan itu. Banyak orang yang hanya menghitung apa yang hilang, namun tidak menghitung apa yang masih dimiliki. Dan disini perlu kesadaran yang cerdas, bahwa makin lama meratapi keterpurukan, makin sedikit jumlah orang yang peduli.

Bersedih, Menangis, dan Meratap. tiga fase yang memiliki waktu kepedulian terbalik. Sebagai contoh, Seorang sahabat mampu tetap peduli selama tiga bulan saat anda selalu bersedih, mampu tetap peduli selama dua bulan saat anda selalu menangis, namun hanya mampu peduli selama satu minggu saat anda selalu meratap.

Bukittinggi, 25 April 2014


LAGU GALAU, DAN PEMBENARAN PADA KESALAHAN

Seringkali saya melarang orang-orang dekat saya mendengar lagu galau saat jiwa mereka bersedih. Saya katakan ’Mendengar lagu galau saat sedih seperti menyiram bensin ke puing-puing kebakaran yang apinya hampir padam. Apinya kembali membara dan membakar untuk kesekian kalinya.’

Sederhananya, menghayati lagu galau seolah-olah mencari alasan yang tepat untuk tetap menangis, dan mencari pembenaran untuk kesalahan dan kebodohan yang secara nyata telah melukai perasaan. Dan yang terburuk, lagu galau bahkan bisa mempertegas keinginan untuk merusak diri, termasuk bunuh diri.

Apa yang bisa diharapkan dari lagu itu?? Belum tentu para pujangga cinta mencipta lagu galau karena mereka memang sedih. Kebanyakkan lagu itu diciptakan untuk meraih popularitas, atau sekedar hobby. Lalu, mengapa para pendengarnya merasa ’pujangga cinta’ itu membela mereka?? Suatu ironi yang buruk.

Kebanyakkan orang merasa sudah sangat mengerti cinta sejati hanya karena menonton drama, mendengar lagu cinta, atau membaca novel romantis. Padahal cinta sejati hanya bisa diketahui setelah Pernah Bahagia dan Pernah Menderita, Pernah Terangkat dan Pernah Terpuruk, Pernah Tertawa Keras dan Pernah Menangis Isak, Pernah Memiliki dan Pernah kehilangan, hingga Pernah Merasa Sangat Hidup dan Pernah Merasa Ingin Mati. Dan orang-orang yang telah berada pada titik ini, tidak akan pernah berlaku cengeng dan tidak akan pernah membagi penderitaan dalam bentuk lagu ataupun sajak.

Padang Panjang, 6 April 2014


BUKTI CINTA SEJATI

Beberapa hari lalu, teman wanita saya bertanya tentang bukti Cinta Sejati. Karena keingintahuannya tentang seberapa sejatikah perasaan kekasihnya kepadanya..
Jujur, saya tidak bisa langsung menjawabnya, butuh waktu beberapa hari hingga akhirnya saya menjawab pertanyaannya.
PENGORBANAN EGO...
Kata-kata ini saya dapatkan dari sahabat saya Aidil Akbar Azzwars sekitar bulan Mei 2009. Dan hingga sekarang tidak hilang dari pikiran saya. Pertanyaannya, Apa arti Pengorbanan ego?!

Jujur saja, seringkali saya tertawa meremehkan dalam hati saat ada yang berkata 'Aku telah berkorban banyak untukmu'.. Apakah sebuah pengorbanan perlu dikatakan?! Lalu, pengorbanan yang dilakukannya apakah untuk menyenangkan hati kekasihnya, atau menyenangkan hatinya sendiri?!
Seorang pria yang meluangkan waktu untuk bersama kekasihnya, itu bukan pengorbanan ego, itu KENCAN..
Seorang pria yang berhenti merokok demi kekasihnya, itu bukan pengorbanan ego, itu KEWAJIBAN..
Seorang pria rajin bekerja demi sukses bersama kekasihnya, itu bukan pengorbanan ego, itu TANGGUNG JAWAB..
Seorang pria yang menentang orang tua dan keluarga lainnya demi kekasih, itu bukan pengorbanan ego, itu KEBODOHAN..
Jadi, seperti apakah pengorbanan itu?? Disinilah setiap personal harus sadar betul betapa besarnya arti Cinta Sejati sebenarnya.



Sederhananya, Cinta Sejati hanya terbukti saat disakiti dan bahkan diperdayai. Tidak akan ada Penghinaan dan Dendam meski punya hak untuk itu..

Dan jika ada yang mengucapkan kalimat cinta seindah mungkin saat masih bersama, Tapi mengatakan kalimat tajam penuh hinaan yang sanggup memaksa air mata menetes. Maka sejak awal, alasan kebersamaan dia dan kekasihnya sebelum terpisah hanya karena keinginannya memuaskan hatinya, bukan hati kekasihnya.
Sehingga alasannya mendendam pada kekasihnya, karena orang yang paling dia cintai, yakni dirinya, telah terlukakan..



Pengorbanan ego, adalah suatu tindakan heroik seseorang yang mendahulukan Akal Sehat dibanding Perasaan untuk memberikan hal paling berharga miliknya ataupun paling diharapkannya demi kebaikkan orang lain, meski harus perang batin yang hebat dalam jiwanya dan meski dia menyadari dia akan terluka, tersakiti, dan mungkin akan berdarah karenanya. Dan IBU adalah contoh teladan nyata dari Pengorbanan Ego.


Bukittinggi, 5 April 2014


KEPO, DAN HILANGNYA KEPEDULIAN

KEPO!!!
Sebuah kata yang sama sekali tak berfungsi sebagai penengah, dan bukan pula kata penyejuk. Justru seringkali menjadi pemancing masalah baru antara seorang penggalau dengan pemerhati..

Masih teringat dengan bersih dibenak saya dulunya tiap pertanyaan 'ada apa?!' yang ditujukan pada para penggalau, serta merta dia akan menjelaskan dan meminta arahan dan nasehat. Dan semua hal itu menciptakan Damai dan Perhatian. Namun semua berubah saat kata KEPO menyerang, hanya SABAR yang dapat menahan kekesalan. Namun saat banyak yang mebutuhkannya, SABAR menghilang.

Mungkin tidak banyak yang tahu, bahwa saat seseorang yang sedang berkutat dengan kesedihan mengatakan KEPO pada orang yang bertanya, saat itu juga dia bertindak secara tak sengaja menghilangkan kepedulian orang padanya. Dan orang yang dikatai KEPO pun kehilangan ketertarikan untuk menolong.

Yaaah, meski arti KEPO yang sebenarnya adalah Knowing Every Particular Object, Namun saya lebih suka mengartikan KEPO dengan Kepengen Enakin Problematika Orang. Karena Orang takkan mudah bisa membantu, jika dia tidak KEPO.

Bukittinggi, 01 April 2014