Pasti Terkadang Muncul Pertanyaan Dalam Benak Anda :
APA PARAMETER KESUKSESAN??
Mungkin Ini Hanya Pendapat Saya, Namun Parameter Kesuksesan adalah :
1. Orang Tuanya Begitu Bangga Tiap Kali Menyebut Namanya.
2. Lingkungan Sosialnya tidak mencelanya.
3. Hartanya Tidak Diperebutkan Oleh Kerabatnya.
4. Hukum Tidak mengejarnya
5. Istrinya Setia dan Solehah.
6. Anak-anaknya Tidak Pernah Membentak dan Melawannya.
Dengan Kata lain, ASPEK DUNIA SAMA SEKALI TIDAK LAGI MEMBEBANI
HIDUPNYA. Hingga akhirnya, Fokus hidupnya hanya pada YANG MAHA BAIK..
Follow @rharkim
Area bebas gila, Area bebas menulis, Dan Area motivasi inspirasi... Temukan apapun yang menghilangkan ketidaknyamanan jiwa. Di sini, di blog ini..
Minggu, 23 Juni 2013
Sabtu, 15 Juni 2013
IDEALIS, ANTARA ALAY (ABABIL) DAN KRITIS
Seseorang pernah mengatakan bahwa SAYA TERLALU IDEALIS..
Saya Akui Itu, Dan Bahkan Sangat Sulit Dihapuskan.. Ditambah Lagi,
Hidup Saya Sejak SMP (Yang selama tiga tahun di BULLY) SMA (Yang berada
pada tingkat ekonomi keluarga sangat lema), Hingga Kuliah (Dimana Saya
Kuliah Sambil Kerja Agar Tetap Bisa Berstatus Sarjana Pada Akhirnya),
Telah Menciptakan Idealisme..
Pertanyaannya : APAKAH IDEALISME ITU SUATU DOSA & KESALAHAN?!
Jawabnya : TIDAK SAMA SEKALI..
Idealisme muncul secara reflek, saat Setiap peristiwa YANG DILIHAT ATAU
YANG DIDENGAR tidak sesuai dengan ide dan pemikirannya. Meski Terkadang
ide yang muncul sama sekali berlawanan dengan ide orang lain..
Naah, disinilah perbedaan antara ALAY dan KRITIS..
ALAY (ABABIL) merupakan karakter idealisme yang muncul murni dari dalam
pikirannya. Tanpa Data, Tanpa Saran Eksternal, Dan Tanpa Kesadaran
Diri. Didalam dirinya, dialah yang paling benar, meski 99 dari 100 orang
menentangnya, dan bahkan mengolok-oloknya. Dia punya karakter aneh,
yaitu dimana tiap kali ada seorang Motivator, Penceramah, ataupun hanya
seorang pemberi saran sederhana memberikan masukan yang positif (yang
langsung tepat sasaran), saat itu juga dia akan membenci orang itu.
Akibatnya, Orang ALAY (ABABIL) hanya punya lingkungan yang itu-itu saja
karena menolak pengaruh luar yang menutup kesenangannya.
KRITIS merupakan karakter idealisme yang tercipta dari pengalaman dan
keterbukaannya terhadap dunia. Data yang dimilikinya akan terus di
UPDATE sebelum akhirnya memberikan PANDANGAN dan IDE. Mungkin karakter
ini juga seringkali berdebat, namun tidak ada satupun perdebatan yang
ditolaknya 100%. Meski kadang keras kepala, dia akan tetap menganalisa
tiap kelemahan idenya dan kemudian memasukkan tiap perbincangan dalam
idenya yang baru. Karakter inilah yang paling dibenci oleh ALAY
(ABABIL), karena para ALAY selalu terpojok dan akhirnya malah seringkali
memperbodoh dirinya..
Pertanyaan Berikutnya : APAKAH ANDA ALAY (ABABIL), ATAU KRITIS..
U KNOW WHO YOU ARE...
Follow @rharkim
Minggu, 19 Mei 2013
HARGA SEBUAH KEHILANGAN
Mungkin anda pernah mendengar bahwa :
Orang Tua akan sangat menghargai Perhatian Pada Anak saat sang anak Durhaka
Seorang Kaya akan sangat menghargai Kekayaannya saat Jatuh Miskin
Seorang Pembolos akan sangat menghargai Ilmu Pendidikan saat dirinya menjadi buruh
Seorang Anak akan sangat menghargai Keluarga saat Orang Tuanya Meninggal
Seorang Pemuda akan sangat menghargai Kekuatannya saat Menjadi Tua
Seorang Kekasih akan sangat menghargai Keberadaan kekasihnya saat Putus Hubungan
Dan Manusia akan sangat menghargai Hidup saat Diambang Kematian
Follow @rharkim
"KEHILANGAN ADALAH CARA TERBAIK UNTUK MENYADARKAN MANUSIA"
Orang Tua akan sangat menghargai Perhatian Pada Anak saat sang anak Durhaka
Seorang Kaya akan sangat menghargai Kekayaannya saat Jatuh Miskin
Seorang Pembolos akan sangat menghargai Ilmu Pendidikan saat dirinya menjadi buruh
Seorang Anak akan sangat menghargai Keluarga saat Orang Tuanya Meninggal
Seorang Pemuda akan sangat menghargai Kekuatannya saat Menjadi Tua
Seorang Kekasih akan sangat menghargai Keberadaan kekasihnya saat Putus Hubungan
Dan Manusia akan sangat menghargai Hidup saat Diambang Kematian
Hanya saja, Kebanyakkan mereka TERLALU TERLAMBAT untuk merasakan PENYESALAN.
Bandingkan dengan mereka yang telah mencicipi RASA KEHILANGAN pada awal hidupnya. "MAKA WAJAR BANYAK ORANG YANG TELAH KEHILANGAN HAL BERHARGA SAAT MASA KECILNYA, BERADA DI PUNCAK KENYAMANAN HIDUPNYA SAAT DEWASA"
Banyak orang cacat begitu menghargai pentingnya bagian tubuh yang hilang, hingga memanfaatkan apa yang tak hilang dalam dirinya semaksimal mungkin.
Banyak anak yatim begitu menghargai pentingnya kehangatan keluarga, hingga dirinya bersumpah untuk memberi kehangatan untuk keluarganya kelak.
Banyak orang tua tak mampu yang begitu menghargai pentingnya pendidikan, hingga mereka rela membiarkan diri mereka kelaparan agar anaknya tak seperti mereka nantinya.
Banyak kekasih terluka dan tersakiti yang begitu menghargai pentingnya arti Cinta Sejati, hingga mereka menjadi sangat memahami orang lain dan bahkan menjadi pujaan banyak orang karena ketulusannya.
SEMOGA APAPUN YANG TELAH HILANG, MENJADI PEMICU MELEDAKNYA SEBUAH KESUKSESAN NANTINYA.
SUNGGUH SUATU HAL YANG MEMALUKAN, JIKA SEORANG BERKELEBIHAN, DIKALAHKAN SECARA TELAK OLEH BERKEKURANGAN. DAN FAKTANYA, ORANG MEMALUKAN MAKIN BERTAMBAH.
Follow @rharkim
Kamis, 09 Mei 2013
MOTIVASI TUHAN UNTUK MANUSIA
Sebagian besar orang mengakui, termasuk saya, bahwa MELAKUKAN SESUATU KARENA TUHAN (Biasanya dikenal dengan sebutan IKHLAS) itu luar biasa sulitnya. Ada banyak orang berkeinginan untuk berada dipuncak kejayaan dalam hal KEKAYAAN dan KEMAHSYURAN tanpa adanya niat 'Karena Tuhan'. Bahkan termasuk dalam bidang ILMU PENGETAHUAN dan TEKNOLOGI.
Pertanyaannya,
"APAKAH TUHAN MENJADI SANGAT MURKA DAN MENGHAPUS RAHMATNYA?"
Menurut saya, TIDAK SAMA SEKALI. Dan Tidak ada sedikitpun keraguan saya, bahwa TUHAN MAHA MENCINTAI MAKHLUKNYA. Bahkan saya yakin, bahwa TUHAN PUN PASTINYA MEMANG SUDAH MENGETAHUI PERANGAI MANUSIA. Karena, Toh, manusia adalah ciptaanNYA. Dan bukankah BELIAU ADALAH YANG MAHA TAHU?!
Lalu, muncul lagi pertanyaan lain,
"BAGAIMANA BISA SESEORANG TETAP SUKSES DAN MENCAPAI PUNCAK, MESKI NIATNYA BUKAN KARENA TUHAN?!"
Disinilah bukti betapa Maha Penyayangnya, Maha Besarnya, dan Maha Adilnya BELIAU. TUHAN tak pernah kehabisan ide untuk Memotivasi Manusia. Dan berikut adalah segelintir hal yang menjadi pendorong manusia untuk berada di era kejayaan :
ORANG TUA
Motivasi terbesar manusia setelah TUHAN adalah Orang Tua. Dan saya yakin, pembaca juga menyetujui hal ini. Alasannya?? Sepertinya tak perlu dijelaskan. Karena saya yakin, tidak ada satupun para pembaca yang masih anak-anak.
KELUARGA
Faktor Tanggung Jawab menjadi motivasi yang kuat yang memaksa manusia untuk mengabaikan kesenangan dirinya demi kepastian terangnya masa depan keluarganya, terutama anak-anaknya. Hanya Orang Tua Sakit Jiwa yang mengarahkan anaknya pada kondisi buruk dan menggelapkan masa depan anaknya.KEKASIH (CALON PASANGAN HIDUP)
Meski belum terikat dalam ikatan pernikahan dan bahkan belum tentu menikah, Manusia tetap saja berkeinginan kuat untuk membahagiakannya. Iming-imingan berkeluarga dengan sang kekasih membuat seseorang mulai memperbaiki keburukkan diri dan saat itu juga mulai mencari-cari apapun yang dia yakini dapat memastikan kebahagiaan mereka kelak.MANTAN KEKASIH
Disakiti oleh Mantan?! itu sudah umum. Membenci dan bermusuhan dengan mantan?! Itupun juga bukan hal yang spesial. Namun, tahukah anda, bahwa cara terbaik untuk membalas sakit hati pada mantan adalah dengan menjadi sukses?! Dan begitulah salah satu cara unik TUHAN memberi dorongan. Mungkin pada awalnya, niatnya hanya membuat menyesal mantannya. Sesuai pepatah, Dibalik Orang Sukses, Ada Mantan Yang Stres Karena Menyesal. Namun, tahukah anda, bahwa saat dirinya sukses, dalam hatinya, dia akan berterima kasih pada mantan yang menyakitinya?! Hanya Orang Cemen yang tidak Mengerti Betapa besar sayang TUHAN Padanya/LAWAN dan RIVAL
Sebagian besar orang punya rasa iri, dan hingga sekarangpun, bagi saya, iri bukanlah dosa. Rasa iri adalah rasa yang muncul seketika itu juga saat sang lawan berada diposisi yang dia inginkan sejak dulu. Dan rasa iri ini jugalah yang menaikkan keinginan untuk mengalahkan lawannya. Akibatnya, secara otomatis dia akan mati-matian mensukseskan dirinya. Iri hanya akan menjadi dosa, saat cara yang dipilih menganiaya orang lain.BULLYING (KEKERASAN)
Tahukah anda, bahwa seorang anak sekolah yang lemah dan menjadi korban kekerasan saat sekolah seringkali sukses pada akhirnya?! Bukan berarti saya pro dengan kekerasan, namun seorang anak yang sudah disiapkan oleh TUHAN untuk menjadi orang besar nantinya, terkadang harus dipancing dan dilatih mentalnya. Berapa banyak kejadian, anak yang dulu dikerjai, penangis, dan sering dipalak, malah menjadi orang sukses yang memperkerjakan orang-orang yang dulu mengerasinya. TUHAN menjadikan seseorang sukses, dengan proses panjang yang semuanya sangat berharga nantinya. (Salah satunya adalah Nabi MUHAMMAD SAW)MASA KECIL YANG BERAT
Sudah terlalu banyak orang yang masa kecilnya menderita, tapi malah menjadi oarang dengan level kesuksesan luar biasa di masa depannya. Dan itu sudah bukan hal yang aneh sama sekali. Rasa iri juga berlaku dalam proses ini, dimana rasa iri itu menuntunnya untuk menembus batas yang selama ini ditakuti oleh banyak orang. Membuang rasa segan dan minder untuk tetap menanjaki puncak kejayaan. Dan akhirnya, mereka sukses. Hanya saja, tak banyak orang yang dulunya miskin sekarang menjadi kaya. Alasannya sederhana. Yaitu 'ketidakinginan untuk mencari ilmu, dan ketiadaan syukur' sehingga sebagian besar hanya meragukan KEADILAN TUHAN.DOSA MASA LALU
Tahukah anda, mengapa terkadang TUHAN tak langsung memberi hukuman saat anda berdosa?! Sederhana saja, TUHAN memberikan banyak kesempatan untuk menyesal. Dan menyesal adalah salah satu motivasi terbesar. Seseorang yang telah berbuat buruk pada dirinya atau orang lain, lalu merasakan penyesalan, akan serta merta memperbaiki dan bertanggung jawab. Bukankah MENYESAL ATAS KESALAHAN dan BERTANGGUNG JAWAB itu sifat orang sukses?! Hanya tinggal menunggu waktu untuk akhirnya dia benar-benar berjaya.KEHILANGAN HAL BERHARGA
Ada Kalanya manusia kehilangan. Bisa harta, bisa pangkat, dan bahkan bisa orang yang disayangi. Ketakutan yang muncul saat kehilangan akan memaksa manusia untuk tidak lagi merasakan kehilangan berikutnya. Sesegera mungkin, manusia akan melakukan apapun untuk tetpa memiliki dan mengambil kembali apa yang telah hilang. Secara otomatis, dia telah berada pada jalur kejayaan.RASA PENASARAN dan INGIN TAHU
Pikirkan apa yang membuat anda penasaran, dan sesaat itu juga anda akan berusaha mencari tahu dan ingin berada disana. Begitu juga yang dilakukan oleh banyak orang yang menjadikan rasa penasaran sebagai modal awal kesuksesan. Seorang anak SD yang penasaran dengan bagaimana mobil-mobilan bisa bergerak akan serta merta membongkar mesinnya. Dan saat dia membukanya, muncul lagi penasaran yang lain yang akan terus berdatangan. Dengan hal inilah, muncul jiwa orang BESAR. Manusia yang tidak ingin tahu atas apa semua hal yang berada di alam dan dalam dirinya hanya ingin menikmatinya, hanyalah manusia pemalas yang pastinya akan menyesal.
TERSERAH APAPUN MOTIVASI MANUSIA YANG TELAH MENSUKSESKAN, TUHAN TIDAK AKAN PERNAH MENGURANGI PENYAYANGNYA SELAMA MANUSIA BERSYUKUR DAN BERPRASANGKA BAIK TERHADAP KEADILANNYA.
Follow @rharkim
Sabtu, 04 Mei 2013
PERBINCANGAN BURUH DAN MANAGER
Suatu ketika, ada dua anak SMP yang berteman baik sejak mereka kelas I hingga kelas III. Lalu mereka berpisah saat SMA dan hampir tak pernah bertemu lagi. Setelah 15 tahun, keduanya bertemu di sebuah perusahaan besar, dimana salah satunya adalah Buruh selama sepuluh tahun dan satunya adalah Manager yang baru naik pangkat sebulan yang lalu diperusahaan yang sama.
Awalnya mereka merasa canggung karena adanya perbedaan pangkat. Namun setelah beberapa hari, mereka kembali akrab seperti saat masih SMP. Hingga suatu saat, mereka memperbincangkan masalah nasib.
Buruh (B) : Kawan, saya merasa hidup kita tak adil.
Manager (M) : Apa maksudmu kawan?
B : Lihat saat ini, saya hanyalah seorang buruh yang bekerja ekstra keras secara fisik selama sepuluh tahun, dan hingga sekarang, tidak ada peningkatan yang berarti. Pendapatan saya rendah dan hanya pas-pasan untuk hidup saya sendiri hingga tak bisa menabung untuk niat pernikahan saya, pekerjaan saya sangat berat. mengangkut, memindahkan, dan memeriksa tiap barang yang kamu tahu tidak ada satupun yang ringan.
M : Lalu, dimana ketidakadilannya kawan??
B : Bukti ketidakadilannya adalah Kamu. Kamu baru bergabung disini setahun yang lalu, dan tak lama kemudian menjadi manager. Pekerjaan kamu tidaklah menguras fisik meski saya tahu tanggung jawab kamu lebih besar. Dan pendapatanmu sebulannya mencapai lima kali lipat dibandingkan saya. Apakah menurut kamu itu adil?
M : (Tersenyum sesaat) Sangat adil, kawan.
B : (Merasa heran) Bagaimana bisa kamu menganggap itu adil?
M : Kamu pasti masih ingat perbedaan kita saat SMP. Kamu adalah karakter yang terlalu banyak menginginkan kesenangan. Berapa kali kamu di skors, dimarahi, mendapat nilai merah di rapor. Dan kamupun tahu kelulusan di SMP karena mendapat kunci ujian. Bagaimana dengan saya, kamu tahu? Sejak kelas I hingga kelas III, tidak sekalipun saya menganggap kesenangan itu yang terpenting. Berapa kali saya menolak untuk pergi menggoda cewek-cewek hanya karena ingin mengerjakan tugas. Berapa kali saya tetap datang kesekolah meski demam. Dan parahnya, saat ujian akhir SMP, saya mendapat nilai yang lebih rendah dari kamu. Bukankah itu tidak adil sebenarnya? Lalu apakah saya protes? Tidak sama sekali, saya malah menyalami kamu dan mengucapkan selamat. Masih ingat kah kamu dengan itu?
B : Yap, saya ingat.
M : Lalu kita berbeda SMA. Keinginan kamu untuk bersenang-senang membuat kamu sengaja memilih SMA yang secara akreditasi dan kedisiplinan sangat rendah, dengan tujuan kamu tetap bisa bermain. Sedangkan saya, memilih SMA yang diyakini sebagai SMA paling keras dan paling disiplin. SMA yang menerapkan belajar dari pagi hingga senja tiap harinya. Dan hari minggupun saya relakan untuk membuat tugas dari pagi hingga malam. Tak ada waktu sedikitpun untuk berpacaran yang saya akui sangat saya inginkan. Bandingkan dengan kamu yang saat SMP sudah gonta-ganti pacar. Dan sayapun yakin, saat SMA, kamu juga sering berganti-ganti pacar. Benar??
B : Haha, kamu benar kawan?
M : Lalu, setelah SMA, kamu tak tertarik untuk kuliah sama sekali. Keinginanmu adalah langsung bekerja dan menganggap semua itu akan sangat gampang dan akan membuatmu berada dipuncak melebihi apa yang diharapkan orang tuamu. Pertanyaannya, apakah hal tersebut teah tercapai??
B : Sama sekali tidak.
M : Sedangkan saya, saya membuang sebagian besar masa kesenangan saya untuk kuliah. Dan tidak sedikitpun kuliah itu menyenangkan kawan. Ditahun pertama saya bahkan sakit kuning selama 3bulan. Tahun berikutnya saya kerja sambil kuliah karena seperti yang kamu tahu, saya dari keluarga pas-pasan. Dan selama 5tahun saya kuliah sambil kerja, tidak sedikitpun saya merasa menyesal telah merelakan masa -yang menurut sebagian besar orang- masa yang menyenangkan. Saya tebak, jika kamu diposisi saya, kamu tak akan pernah mau kuliah sambil kerja. Benar?
B : Kamu benar lagi kawan.
M : Dan disinilah saya, kawan. Menuai apa yang telah saya korbankan. Kamu adalah karakter orang yang meminum air manis dulu, baru jamu yang pahit. Akibatnya, pahitnya masih terasa di kerongkongan kamu hingga sekarang. Saya melakukan kebalikannya, dan hingga sekarang, tak ada rasa pahit di kerongkongan saya karena manisnya air manis itu. Jadi apakah kamu masih merasa tidak adil??
B : Kamu benar kawan, maafkan saya atas rasa iri ini. Saya harap saya masih bisa memperbaikinya.
M : Kamu masih bisa kawan, dan kalaupun kamu tak bisa lagi memperbaikinya, maka jangan pernah biarkan anakmu nantinya mengalami hal yang sama.
UNTUK PARA PEMBACA. MASA MUDA ADALAH SAAT PALING PENTING. APA YANG TERJADI PADA ANDA SAAT TUA, SANGAT BERGANTUNG PADA APA YANG ANDA PILIH SAAT INI.
ANAK MUDA YANG TAK PUNYA UANG, MASIH BERUNTUNG KARENA PUNYA ENERGI BANYAK UNTUK MERAIHNYA.
ORANG TUA YANG TAK PUNYA UANG, HANYA AKAN BUNTUNG KARENA TAK PUNYA ENERGI SEBANYAK DULUNYA.
Follow @rharkim
Senin, 22 April 2013
PSIKOLOGI SEDERHANA 8 (MEMBALAS HUJATAN ORANG LAIN)
Kadang
ada waktunya, seseorang yang membenci anda dan sakit hati pada anda
akan menghujat anda dengan kata-kata kotor untuk membuat anda sakit
hati..
Tapi tahukah anda bahwa, TIDAK MEMBALAS KALIMATNYA,
TETAP TENANG, dan BAHKAN TERSENYUM sambil berkata "Yah, saya memang
orang gak baik dan banyak kurangnya. Terima kasih atas perhatian anda,
saya akan ubah keburukkan saya!" malah akan sangat membuatnya makin
sakit hati?!
Karena hal itu akan membawanya pada tekanan mental yang berat.
Membalas Kekotoran kalimat orang yang menghujat anda hanya akan
menjatuhkan level anda menjadi sama dengannya. Dan itulah yang
diinginkannya, yaitu ikut merasakan sakit hati yang dirasakannya.
Jangan rendahkan diri dengan membalas kekotoran kalimatnya, karena
sebenarnya orang yang mendamprat dan menghujat anda berada dibawah
tekanan atas hal baik dan luar biasa yang anda miliki yang memunculkan
rasa iri dan dengki yang kuat dalam dirinya.
Tribute to siswa saya yang bertengkar dengan kekasih baru mantannya...
Follow @rharkim
PSIKOLOGI SEDERHANA 7 (TURUNNYA MORAL MANUSIA SAAT KESUSAHAN)
Saya pernah mendengar cerita dari seorang rekan. Suatu ketika, Saat gempa besar melanda Padang. Seorang pengemudi mobil dengan tergesa-gesa mengandarai mobilnya menuju daerah yang aman dari tsunami. Karena tergesa-gesa, dia menabrak seorang ibu yang sudah cukup tua dan sedang panik mencari anaknya yang hilang. Akibatnya ibu itu terjerembab ditanah sambil meringis dan menangis. Campuran antara rasa sakit, ketakutan, dan kekhawatiran terhadap anaknya.
Rekan saya berkata, "Tahu apa yang pertama kali terlintas dibenak saya? Si pengemudi mobil akan turun, membantu ibu itu berdiri, dan meminta maaf. Tapi yang terjadi jauh diluar perkiraan saya, si pengemudi mobil langsung mendamprat ibu itu dan mengeluarkan kalimat rendahan. Tanpa mempedulikan si ibu yang menangis meratap dijalan aspal."
Saya hanya mendengar ceritanya, tapi saya berani bersumpah bahwa ketika saya mendengar ceritanya, saat itu juga jantung saya berdegup kencang dan tubuh saya merinding menahan marah. Saya yakin, para pembaca yang walaupun sedikit saja punya rasa sosial, juga akan merasakan hal yang sama jika melihat peristiwanya secara langsung.
Tapi, Memang seperti itulah kondisi sosial masyarakat sekarang.
Ada orang yang memanfaatkan kelangkaan solar untuk ditimbun dan dijual mahal dan merasa 'INILAH SAATNYA REZEKI SAYA'.
Ada banyak siswa yang panik karena UN, lalu tidak sedikitpun ada keinginan untuk mengajarkan temannya yang masih belum paham.
Ada banyak orang tua yang mau membayar lebih kepada universitas dengan harapan meluluskan anaknya yang pemalas, dengan mengorbankan anak-anak lain yang memang pantas mendapatkan status mahasiswa.
Ada suatu perusahaan yang hampir bangkrut yang menggembor-gemborkan keburukkan perusahaan saingannya hanya agar menambah konsumen.
ANEHNYA, HAL INI SUDAH DIANGGAP SEBAGAI SUATU KEWAJARAN...
Dalam pola pikir masyarakat sekarang, orang baik itu adalah :
- Dapat Nilai Tinggi Dalam Ujian
- Bicara Dengan Santun
- Selalu Membela rekan, teman, pacar, atau klien saat bermasalah
- Bekerja dan menafkahi keluarganya
- Tidak punya catatan kejahatan
Mungkin memang benar kriteria diatas dikatakan sebagaiorang baik. Tapi, SEBAGIAN BESAR MANUSIA AKAN BERBUAT BAIK SAAT PERASANNYA SEDANG BAIK.
Pertanyaannya :
"APAKAH MEREKA AKAN TETAP MEMBAGI KEBAHAGIAAN SAAT HATINYA MENANGIS?!"
"APAKAH MEREKA TETAP BERSEDEKAH SAAT BERADA DALAM EKONOMI SULIT?!"
"APAKAH MEREKA TETAP OBJEKTIF DAN NETRAL SAAT TERNYATA ORANG TERDEKATNYA MELAKUKAN KESALAHAN?!"
"APAKAH MEREKA TETAP TERSENYUM DAN RAMAH SAAT DIHUJANI HUJATAN YANG HINA?!"
"APAKAH NAFKAH YANG DIBERIKAN PADA KELUARGANYA HALAL DAN BAIK TANPA MENGANIAYA LAINNYA?!"Karena sebenarnya, Seseorang belum bisa dikatakan orang baik, sebelum DIA MENGORBANKAN HAL TERBAIK YANG DIMILIKINYA, UNTUK MEMBAHAGIAKAN ORANG LAIN.
Follow @rharkim
Langganan:
Postingan (Atom)