Selasa, 21 Juli 2015

SEKILAS OPINI TENTANG SERIAL 'ABAD KEJAYAAN'

Beberapa hari ini, saya tertarik untuk menyaksikan serial 'Abad Kejayaan' yang dulu berjudul 'King Sulaeman' di salah satu stasiun tv swasta Indonesia serta alasan mengapa serial ini tidak diizinkan tayang di Turki. Awalnya saya berharap serial ini akan sama bagusnya dengan serial 'Omar' yang ditayangkan tahun lalu tentang kisah hidup Umar bin Khattab.

Hasilnya, saya sedikit kecewa. Serial ini (pendapat saya) memiliki kualitas jauh dibawah serial Omar yang menceritakan kisah Umar bin Khattab sesuai dengan sejarah Umar dari masa mudanya hingga wafat yang penuh intrik sosial, politik, perang, ekonomi, dan terutama tentang penyebaran agama Islam. Dan cerita tentang Umar berhasil disajikan dengan sangat epik hingga menggelitik perasaan penonton menjadi bercampur aduk antara emosi, haru, bahagia, penasaran, dan kebanggan.

Namun kisah 'Abad Kejayaan' ternyata terlalu banyak membahas tentang polemik keluarga (perceraian, masalah antar istri yang mempengaruhi menteri, dan persaingan antara putra mahkota) yang 'dipertanyakan kebenarannya' mengingat Dinasti Ottoman merupakan salah satu dinasti besar yang disegani oleh kawan dan lawan. Ditambah lagi, kisah 'Abad Kejayaan' sangat minim membahas tentang politik, sosial, hubungan antar negara, dan terutama tentang penyebaran agama.

Hanya saja, ini adalah pendapat pribadi. Bisa saja rekan-rekan memiliki pendapat sendiri mengingat Genre film favorit masing-masing orang berbeda. Apalagi, banyak para ahli sejarah islam mengatakan bahwa cerita ini penuh bumbu penyedap yang tetap saja bagi saya pribadi tidak cocok dijadikan sebagai serial islami

With All of My Respect, RH ArKim


Tidak ada komentar:

Posting Komentar