Beberapa hari ini, saya tertarik untuk menyaksikan serial 'Abad
Kejayaan' yang dulu berjudul 'King Sulaeman' di salah satu stasiun tv
swasta Indonesia serta alasan mengapa serial ini tidak diizinkan tayang
di Turki. Awalnya saya berharap serial ini akan sama bagusnya dengan
serial 'Omar' yang ditayangkan tahun lalu tentang kisah hidup Umar bin
Khattab.
Hasilnya, saya sedikit
kecewa. Serial ini (pendapat saya) memiliki kualitas jauh dibawah serial
Omar yang menceritakan kisah Umar bin Khattab sesuai dengan sejarah
Umar dari masa mudanya hingga wafat yang penuh intrik sosial, politik,
perang, ekonomi, dan terutama tentang penyebaran agama Islam. Dan cerita
tentang Umar berhasil disajikan dengan sangat epik hingga menggelitik
perasaan penonton menjadi bercampur aduk antara emosi, haru, bahagia,
penasaran, dan kebanggan.
Namun kisah 'Abad Kejayaan' ternyata terlalu banyak membahas tentang polemik keluarga (perceraian, masalah antar istri yang mempengaruhi menteri, dan persaingan antara putra mahkota) yang 'dipertanyakan kebenarannya' mengingat Dinasti Ottoman merupakan salah satu dinasti besar yang disegani oleh kawan dan lawan. Ditambah lagi, kisah 'Abad Kejayaan' sangat minim membahas tentang politik, sosial, hubungan antar negara, dan terutama tentang penyebaran agama.
Hanya saja, ini adalah pendapat pribadi. Bisa saja rekan-rekan memiliki pendapat sendiri mengingat Genre film favorit masing-masing orang berbeda. Apalagi, banyak para ahli sejarah islam mengatakan bahwa cerita ini penuh bumbu penyedap yang tetap saja bagi saya pribadi tidak cocok dijadikan sebagai serial islami
With All of My Respect, RH ArKim
Namun kisah 'Abad Kejayaan' ternyata terlalu banyak membahas tentang polemik keluarga (perceraian, masalah antar istri yang mempengaruhi menteri, dan persaingan antara putra mahkota) yang 'dipertanyakan kebenarannya' mengingat Dinasti Ottoman merupakan salah satu dinasti besar yang disegani oleh kawan dan lawan. Ditambah lagi, kisah 'Abad Kejayaan' sangat minim membahas tentang politik, sosial, hubungan antar negara, dan terutama tentang penyebaran agama.
Hanya saja, ini adalah pendapat pribadi. Bisa saja rekan-rekan memiliki pendapat sendiri mengingat Genre film favorit masing-masing orang berbeda. Apalagi, banyak para ahli sejarah islam mengatakan bahwa cerita ini penuh bumbu penyedap yang tetap saja bagi saya pribadi tidak cocok dijadikan sebagai serial islami
With All of My Respect, RH ArKim
Follow @rharkim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar