Kamis, 28 Januari 2016

BAHWA TAK SEMUA ORANG MENGERTI CANDAAN

BAHWA TAK SEMUA ORANG MENGERTI CANDAAN

Pernah suatu ketika saya membuat sebuah terobosan materi pelajaran yang sebenarnya sangat rumit dan panjang, namun alhamduliLLAH berhasil saya sederhanakan dengan trik matematika sederhana yang dengan bahasa sederhananya.

Trik itu saya bagikan kepada banyak siswa dengan kata-kata 'soal latihan seperti ini maksimal butul waktu 15 detik'. Banyak yang tak percaya karena mereka tahu susahnya materi itu. Namun saya memberi pembuktian didepan mereka, bahwa itu memang benar adanya.

Dan disinilah masalahnya, saya membuat kesalahan dalam penggunaan kata dan justru memberi efek pengajaran psikologi.

Demi untuk membuktikan benar atau tidaknya trik itu, saya membuat sebuah soal latihan yang sangat sulit dan sangat acak dengan angka yang besar yang tidak pernah diberikan oleh buku latihan manapun. Saya tunjukkan pada mereka penyelesaian dengan metode berbelit-belit yang ternyata panjang dan menghabiskan hampir ruang kosong di papan tulis dimana kalkulator harus digunakan untuk menghitung hasilnya. Kemudian saya tutup latihan itu dengan trik sederhana yang ternyata memang butuh waktu kurang dari 15 detik.

Sebagian besar alhamduliLLAH kagum tak percaya, namun yang tidak saya duga adalah sebagian dari mereka 'salah menangkap' maksud dari apa yang saya katakan setelahnya, yaitu

"Bisa dibedakan mana penyelesaian yang lebih enak? Soal ini abang bikin sendiri dan memang sangat sulit. Namun penyelesaian didepan yang sangat panjang ini terasa 'tidak manusiawi' jika dipakai pas ujian yang hanya punya waktu singkat. Jadi nanti saat ujian dengan waktu terbatas, gunakan trik ini, karena hasilnya akan sama saja."


Salah satu dari siswa yang 'salah menangkap' maksud saya tadi langsung melaporkan kepada gurunya bahwa saya mengatakan 'guru fisika sekolah tidak manusiawi' dan hal itu menyebar dengan cepat.

Sontak, saya kaget. Saya akui bahwa saya adalah tipe orang yang 'to the point' dan tidak biasa mengatakan sesuatu berbelit-belit. Tapi saya juga bukan tipe orang yang dengan mudahnya berkata seseorang 'tidak manusiawi' apalagi orang yang tidak saya kenal baik. Meski akhirnya rekan-rekan saya alhamduliLLAH berhasil membersihkan hal itu, namun tetap saja saya tak habis pikir.

Saya tidak akan membela diri, bahwa candaan 'tidak manusiawi' memang lancang dan saya meminta maaf dengan sangat untuk itu. Tapi sayapun juga sadar bahwa 'tidak manusiawi' adalah tuduhan yang serius yang tidak akan pernah saya lontarkan sembarangan untuk menggambarkan sikap seseorang.

Dan hari ini saya belajar satu hal,

"Jika kebaikan saja dengan mudah bisa menjadi kesalahpahaman, maka akan lebih mudah lagi 'ketidaksengajaan berkata dalam canda' menjadi sebuah tuduhan yang menjatuhkan."

__ RH Arkim __


Tidak ada komentar:

Posting Komentar