Kamis, 28 Januari 2016

'KENAKALAN' ITU NAMANYA 'BEDA SUDUT PANDANG'

'KENAKALAN' ITU NAMANYA 'BEDA SUDUT PANDANG'

Hampir delapan tahun saya menjadi seorang tentor mata pelajaran yang banyak ditakuti orang, Fisika. Dan selama itu pula saya 'diajarkan' --bukan hanya mengajarkan-- untuk mengenali watak mereka dari tahun ke tahun. Ada banyak keunikan, ada ribuan kecerdasan, ada kreatifitas berlebihan, ada imajinasi serba ngawur, hingga kenakalan yang membumbui.

Dan hari ini, sekali lagi saya mendapat pelajaran berharga. Satu hal yang tidak banyak di pikirkan oleh para guru, termasuk saya sendiri.

Tepat setelah saya mencatatkan pelajaran di papan tulis, seorang siswa paling nakal dan paling berulah bangkit dari kursinya, mengambil handphone, dan mulai memfoto tiap sisi papan tulis dengan rapi. Saya membiarkannya meski sempat tertawa kecil dan geleng-geleng kepala, toh sejak awal meski suka bercanda dengan temannya, dia tetap memahami apa yang saya ajarkan.

Hingga seorang temannya berkata, "Sopanlah sedikit, catat di buku. Kalau di sekolah, pasti kamu guru marah."

Dan dia menjawab sambil tetap memfoto, "Logikanya, catat di buku cuma berguna sedikit. Sekarang ini, orang megang handphone lebih sering daripada buku. Buku cuma dibawa pas mau ujian, handphone, hampir 24 jam sehari."

Saya terkesiap takjub, sementara teman-temannya tertawa keras sambil mengangguk setuju dan bertepuk tangan. Dia yang paling suka berbuat onar dan paling sering disidang guru sekolah punya sudut pandang yang berbeda. Siswa-siswa lain yang selalu diam memperhatikan apa yang saya ajarkan seolah-olah tidak ada apa-apanya jika ditanya tentang kreatifitas dan sudut pandang yang unik.

Satu hal yang saya tahu pasti, bahwa "Kenakalan itu tidak ada. Adanya hanyalah kecerdasan dan kreatifitas belum terarah yang butuh pelampiasan."

__ RH Arkim __


Tidak ada komentar:

Posting Komentar