"Karyamu ini sampah!" Kata seorang mentor pada muridnya sambil membuang ukiran kayu pemberian muridnya itu ke lantai marmer hingga retak.
Muridnya menatap ukiran itu dengan dahi berkerut. Lalu mengangkat wajahnya dan bertanya, "Sampah apa pak? Organik atau anorganik."
"Organik!"
"Saya jadikan pupuk saja pak, biar karya berikutnya lebih ranum buahnya."
"Kalau anorganik?!"
"Yaa, saya daur ulang lah pak."
Sang mentor seketika itu juga membungkuk memberi hormat pada si murid.
Follow @rharkim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar