Kamis, 17 Juli 2014

DOA dan KEPANTASAN

Seorang wanita yang masih labil, emosian, kekanak-kanakan, manja, dan rada pemalas berdoa.
"Tuhan, Aku ingin menikah nantinya dengan pria yang kriterianya kayak gini :

  • Lebih tua dari aku, tapi jangan terlalu ketuaan
  • Rajin kerja, jujur, alim, sabar, dan dari kalangan orang-orang baik
  • Lembut pada wanita dan anak-anak
  • Minimal tamat S2 dan kerja dengan penghasilan 2 juta per hari.
Tuhan, aku percaya Tuhan takkan berkata 'tidak' meski permintaanku ini kelewatan. Dan aku yakin Tuhan, engkau tersenyum mendengar doaku. Maka kabulkanlah Tuhan, karena meski aku berguling-guling meminta pada ayahku, tetap saja harus dengan izinMU. Thanks Tuhan. Engkau Maha Mendengar."

Sebuah Doa yang bagus yang mungkin membuat orang lain mengatakan 'Tak Tahu Diri'. Dilain pihak, Sesuai dengan FirmanNYA juga, TUHAN tak pernah berkata 'tidak' untuk tiap doa, hal itu yang harus orang-orang sadari. Namun, TUHAN Maha Tahu, Beliau Tak Semudah itu memberi Pria Luar Biasa kepada Wanita yang belum Luar Biasa.


Jadi bagaimana Tuhan menjawabnya??
Sederhana saja, Besarnya Doa yang diminta akan sebanding dengan Masalah dan Kerasnya Hidup. Saat seseorang berdoa hal yang Luar Biasa, Secara otomatis dia telah menyatakan dirinya siap menerima pemantasan dari Tuhan demi permintaannya itu. Dan begitulah salah satu cara TUHAN mengabulkan doa.
Tanyakan kembali ke hati, apa yang membuat anda terlibat berbagai masalah berat yang kadang hampir membuat anda putus asa. Bisa jadi karena dulunya anda berdoa sesuatu yang terbaik nantinya diakhir.

Percayalah, Tidak Ada Orang Besar Yang Hidup Mulus Sepanjang Kecilnya. Apapun Yang Hampir Membunuh Anda dan Gagal, Akan Menguatkan anda. Tuhan Maha Adil, dan salah satu keadilanNYA adalah Memantaskan pendoa dengan Apa yang Dimintanya. Beratnya Masalah, sebanding dengan kebesaran diri anda dimasa depan.

Bukittinggi, 3 Maret 2014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar