Disaat
seorang anak terlahir dengan tangisan yang disenyumi pendengarnya, saat
itu juga dia telah masuk kedalam dimensi hidup yang Penuh Pertaruhan,
Keras, dan Kejam yang terkenal dengan sebutan DUNIA... Tidak ada satupun
orangtua yang tidak merahasiakan beratnya Pertarungan Hidup Dunia, agar
sang anak tidak menyesal telah muncul di tempat ini. Mereka ingin sang
anak sadar dengan sendirinya, agar dia mempelajari setiap titik-titik pengalamannya...
Namun, mempelajari pengalaman akan butuh suntikan dua hal sebagai dasar pembanding. Yakni Kecerdasan dan Spiritual, yang selalu dipaksakan padanya meski dia meronta-ronta karena ketidakinginannya. Tapi, percayalah satu hal, semua paksaan disebabkan kekhawatiran mereka atas gagalnya dia di masa yang berada diluar jangkauan usia mereka...
Tidak ada pengalaman hidup yang terbaik selain kesakitan serta kehilangan yang bahkan mampu menciptakan trauma, dimana hanya Kecerdasan dan Spiritual yang mampu menenangkan dan memenangkan kegagalan. Bukankah manusia harus kehilangan agar mengerti betapa penting miliknya. Dan itu hanya contoh kecil tentang Kerasnya Dunia.
Hanya pengecut dan amoral yang menertawakan kekalahan seorang pejuang hidup. Karena sungguh pejuang tak pernah kalah selama mereka belum berhenti. Bahkan, seorang anak kecil penyemir sepatu lebih berharga saat menangisi ketiadaan makanan dibanding seorang anak kecil lain yang meratapi ketiadaan gadget pada orang tuanya.
Sekali lagi, tidak akan ada Kekalahan untuk petarung hidup yang belum mengibarkan bendera putih.
Padang Panjang, 25 Mei 2014
Namun, mempelajari pengalaman akan butuh suntikan dua hal sebagai dasar pembanding. Yakni Kecerdasan dan Spiritual, yang selalu dipaksakan padanya meski dia meronta-ronta karena ketidakinginannya. Tapi, percayalah satu hal, semua paksaan disebabkan kekhawatiran mereka atas gagalnya dia di masa yang berada diluar jangkauan usia mereka...
Tidak ada pengalaman hidup yang terbaik selain kesakitan serta kehilangan yang bahkan mampu menciptakan trauma, dimana hanya Kecerdasan dan Spiritual yang mampu menenangkan dan memenangkan kegagalan. Bukankah manusia harus kehilangan agar mengerti betapa penting miliknya. Dan itu hanya contoh kecil tentang Kerasnya Dunia.
Hanya pengecut dan amoral yang menertawakan kekalahan seorang pejuang hidup. Karena sungguh pejuang tak pernah kalah selama mereka belum berhenti. Bahkan, seorang anak kecil penyemir sepatu lebih berharga saat menangisi ketiadaan makanan dibanding seorang anak kecil lain yang meratapi ketiadaan gadget pada orang tuanya.
Sekali lagi, tidak akan ada Kekalahan untuk petarung hidup yang belum mengibarkan bendera putih.
Padang Panjang, 25 Mei 2014
Follow @rharkim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar