Kadang
orang harus salah memilih, lalu salah memilih, dan terus salah memilih.
Hingga akhirnya dia sadar bahwa pilihannya hanyalah pemaksaan kehendak
dalam dirinya yang telah menyebabkan dia mengabaikan hal-hal baik yang
selama ini berkeliaran didekatnya, dan membuat 'Waktu' tidak lagi
berpihak padanya..
Hingga saat 'Waktu' memaksanya untuk memilih, dia terpaksa memilih pilihan yang sama sekali tidak
sesuai dengan keinginannya, dan bahkan lebih rendah dari semua yang dia
abaikan sebelumnya karena ketergesaan. Harusnya dia sadari, bahwa
Menyenangkan belum tentu Baik Akhirnya, sedangkan Baik pastinya
Menyenangkan Akhirnya.
Perhatikan sekitar, Meski Tidak
menyenangkan awalnya, namun Kebaikkan tak pernah sepi peminat, dan tak
pernah berhenti diperebutkan. Jangan biarkan Penyesalan dan Penyalahan
diri sendiri muncul setelah Kebaikan itu direbut oleh perebut lain yang
baru saja datang.
Bukittinggi, 13 Mei 2014
Follow @rharkim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar